Berdirinya Palang Merah Indonesia kini berlandaskan UU Nomor 1 Tahun 2018 Tentang
Kepalangmerahan
dan hal itu tidak akan pernah terlepas dari perjuangan dan dedikasi Sir Jean
Henry Dunant atau yang kerap disapa Henry Dunant yang dilahirkan di Jenewa
(Swiss) 8 Mei 1828 silam.
Dalam bukunya yang berjudul "Un Souvenir de Solferino" atau "A
Memory Of Solferino" yang diterbitkan pada Tahun 1862 setelah ia terlibat
menangani korban pertempuran Solferino tanggal 24 Juni 1859. Buku tersebut
berhasil menguncang nurani dunia di era 1860-an dan gagasannya di dalam buku
itu telah dan akan selalu menyelamatkan jutaan manusia dari perang, bencana
alam maupun musibah.
Pertempuran di Solferino 24 Juni 1859 dan buku yang berjudul "Un Souvenir
de Solferino" menjadi tonggak dan catatan sejarah dari organisasi
kemanusiaan terbesar di dunia "Palang Merah dan Bulan Sabit Merah".
Jusuf Kalla selaku Ketua Umum Palang Merah Indonesia menyampaikan "Palang
Merah dan Bulan Sabit Merah memiliki semangat yang sama untuk membantu
masyarakat, membantu mengatasi masalah masalah kemanusiaan dengan berdasarkan
Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan dan
Kesemestaan." ujarnya.
7 prinsip tersebut mengandung makna bahwa gerakan organisasi ini tidak berbatas
wilayah apalagi daerah dalam melaksanakan tugas-tugas kemanusiaannya.
.
Selaras dengan yang disampaikan oleh Ketua Umum PMI, CEO dan Sekretaris PMI
Kota Surakarta juga menegaskan bahwa "Saat ini kemanusiaan bukan hanya
karena perang, tetapi berbagai bencana berbagai konflik yang menyebabkan
penderitaan manusia. Untuk itu pada kesempatan ini, PMI Solo mengadakan talk
show bersama para relawan hebat dan juga memberikan donasi berupa sembako dan
kursi roda pada masyarakat Kota Solo yang membutuhkan." pungkas Martono.
Senin siang bertempat di Griya PMI Peduli, diadakan talkshow dengan tema
"Everything We Do Comes #FromTheHeart" yang menghadirkan 3 narasumber
berasal dari relawan KSR dan SIBAT PMI Kota Surakarta. Tak hanya melakukan
talkshow, namun PMI Solo juga melakukan live report pemberian donasi melalui
program Dompet Kemanusiaan. Relawan bukan hanya soal memberikan segala dedikasi
dan jasanya secara sukarela kepada PMI. Namun, sebagai pendonor rutin yang
secara sukarela Menolong Sesama dengan sepenuh hati juga menjadi salah satu hal
yang patut kita apresiasi.
Harapannya di Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Dunia yang ke 160 ini,
PMI Kota Surakarta mampu menginspirasi seluruh manusia yang ada di dunia
khususnya Kota Solo untuk terus melakukan kebaikan, #MenolongSepenuhHati bukan
hanya sekedar formalitas dan rutinitas saja.
Humas PMI Kota Surakarta